5 Syarat Wajib Menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres)

Kata Mahasiswa Berprestasi mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa. Setiap mahasiswa yang pernah menjuarai suatu kompetisi pun disebut sebagai Mahasiswa Berprestasi.

Namun kali ini saya akan menjabarkan tentang program pemerintah yang disebut PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi).

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) adalah salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa program diploma maupun sarjana yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi setiap tahun yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa terbaik perguruan tinggi yang siap menjadi agent of change untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Mawapres

Tentunya suatu kehormatan tersendiri bagi seorang mahasiswa yang bisa meraih predikat sebagai mahasiswa berprestasi, termasuk saya yang berhasil menjadi duta Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional tahun 2018, dimana finalnya diselenggarakan di Hotel Alana Solo tanggal 10 – 12 Juli tahun 2018.

Menjadi Mahasiswa Berprestasi tentunya memerlukan proses dan perjuangan yang tidak semudah membalikan telapak tangan. Persaingan dan seleksi yang sangat ketat akan menjadi salah satu tantangan yang berat untuk bisa menjadi Mawapres.

Menjadi Mawapres diperlukan STNK (Semangat, Tanggung Jawab, Niat dan Komitmen) serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh DIKTI. Apakah kalian tertarik menjadi Mahasiswa Berprestasi? Yuk simak dengan baik 5 langkah menjadi Mahasiswa Berprestasi berikut ini.

1. Pertahankan dan Tingkatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Persyaratan pertama yang harus dipenuhi adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPK teman-teman harus minimal 3.00 atau kalau IPK 3,5 keatas akan lebih baik. Ketika saya mendaftar Pilmapres, IPK saya waktu itu adalah 3,93.

Untuk bisa meraih IPK tinggi tentunya teman-teman harus rajin dan tekun belajar dan mengikuti perkuliahan dengan baik alias tidak pernah bolos.

Strategi yang saya lakukan untuk mempertahankan IPK saya meskipun sering dispensasi adalah selalu bertanya kepada teman sekelas atau dosen tentang mata kuliah yang sudah diajarkan atau belajar secara otodidak dirumah, memahami materi dengan cara membuat ringkasan/catatan.

2. Kumpulkan Prestasi dan Aktif Mengikuti Organisasi Mahasiswa
Namanya juga Mahasiswa Berprestasi, tentunya prestasi menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian. Teman-teman akan diminta untuk melampirkan maksimal 10 prestasi terbaik teman-teman yang sudah dicapai selama kuliah.

10 prestasi atau kemampuan yang diunggulkan tersebut bisa berupa juara lomba tingkat provinsi, nasional, internasional, menjadi ketua organisasi, atau kemampuan lainnya yang diunggulkan.

Setiap prestasi dan kemampuan yang diunggulkan lainnya akan memiliki point yang berbeda. Oleh karena itu, usahakan agar teman-teman sering mengikuti lomba dan berusaha untuk mendapatkan juara dalam kompetisi tersebut.

Selain itu , teman-teman juga harus aktif menjadi ketua atau minimal pengurus inti dalam suatu organisasi mahasiswa. Ketika saya mengikuti pilmapres 2018 lalu, saya sering mengikuti lomba-lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional, mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan aktif pada beberapa organisasi mahasiswa seperti Sekretaris Senat Mahasiswa (STPBI) dan Kepala Divisi Litbang Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI).

3. Kuasai Bahasa Inggris dan Belajar Public Speaking
Meskipun Bahasa Inggris bukan menjadi mother language kita, namun kemampuan berbahasa Inggris ini sangat penting agar bisa bersaing secara global.

Saya pun bukan mahasiswa yang lancar sekali Bahasa Inggrisnya, minimal kita menguasai bahasa inggris sehari-sehari, dan Bahasa Inggris sesuai dengan topik karya tulis kita.

Karena, kita akan diminta untuk membuat karya tulis ilmiah dan membuat video presentasi dari KTI kita menggunakan bahasa inggris yang diupload ke youtube. Dari sanalah kemampuan public speaking kita akan diuji. Oleh karena itu, jangan lupa untuk tekun belajar bahasa inggris dan melatihnya setiap hari.

4. Menyusun Karya Tulis Ilmiah Sesuai Tema
Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang peka terhadap isu atau permasalahan di Indonesia.

Kepekaan terhadap permasalahan tersebut wajib teman-teman pikirkan gagasan kreatif dan inovatif yang dituangkan dalam sebuah Karya Tulis Ilmiah.

Karya Tulis Ilmiah ini nantinya akan diunggah pada sistem www.pilmapres.ristekdikti.go.id untuk dinilai oleh reviewer. Seperti yang sudah saya jelaskan pada point 3, teman-teman juga wajib membuat video presentasi dalam bahasa inggris dan mengunggahnya ke channel youtube teman-teman.

Topik karya tulis yang diangkat pun harus sesuai dengan Buku pedoman yang dikeluarkan oleh Dikti.

5. Pertahankan Sikap dan Psikologi yang Baik
Selain 4 hal tersebut diatas, mungkin ini yang menjadi hal terpenting. Meskipun punya banyak prestasi, aktif organisasi, dan memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik, tapi sombong, tidak menghargai sesama, dan cenderung cepat emosi akan menjadi boomerang tersendiri bagi teman-teman.

Karena salah satu penilaian dari Pilmapres ini adalah kondisi psikologi teman-teman sendiri. Psikolog yang menjadi juri pada Pilmapres ini akan menilai kepribadian teman-teman dari cara makan, cara berbicara, mengeluarkan pendapat dan memecahkan masalah.

Demikian 5 syarat wajib yang harus teman-teman kuasai jika ingin lolos dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Indonesia. Selamat berjuang!