Cerita Merantau di Jepang

Rasanya sudah lama tidak update blog sejak terakhir posting tentang 5 Hal Dasar Yang Wajib Disiapkan Sebelum Magang ke Jepang . Akhir-akhir ini tuntutan pekerjaan di Jepang yang semakin berat membuat saya jarang sekali ada kesempatan untuk menulis. Pokoknya pulang kerja, langsung ingin istirahat dan istirahat, save energy untuk memulai hari esok yang juga penuh tantangan. Selama 7 Bulan tinggal di Jepang, saya sudah merakan manis getirnya hidup di Jepang yang latar belakang budayanya berbeda dengan Indonesia. Nah, pada artikel ini saya ingin membagi beberapa kisah merantau di Jepang yang kadang bikin kesal sendiri namun lucu sangat dikenang.

Hari Libur Dihabiskan Hanya Untuk ke Supermarket

Kesempatan libur sehari yang saya dapat setiap minggu selalu habis digunakan untuk pergi ke supermarket yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal saya. Maklum, di tempat saya internship tidak ada yang namanya convenience store atau konbini yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, jadi perlu waktu 3-5 jam pulang pergi hanya untuk belanja. Sangat jauh dari kehidupan Jepang yang terkenal praktis bukan?

Ketinggalan Bus Akibat Salah Membaca Kanji

Hidup di negara orang itu ternyata gak gampang. Perlu proses penyesuaian diri dengan lingkungan, makanan, dan budaya sekitar.Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia, punya aturan yang sangat ketat dalam berbagai hal. Hidup di Jepang tidak sama seperti hidup di negara lainnya yang menggunakan huruf latin. Jepang masih melestarikan huruf mereka, yaitu hiragana, katakana, kanji. Hiragana dan katakana mungkin masih bisa di baca bagi orang asing yang masih pemula dalam belajar bahasa jepang. Tapi kanji? Hmmm aksara satu ini benar-benar sangat sulit untuk dibaca, apalagi di mengerti. Setiap kanji memiliki makna tersendiri dan jika dipasangkan dengan kanji lain, bisa saja artinya akan sangat sangat berbeda.Orang jepang sendiripun mengakui kanji itu sulit, bahkan ada banyak sekali kanji yang mereka belum kuasai.Hahh.. mau cerita sedikit tentang pengalaman saya ketika menunggu bus hampir 1 jam, tapi ketika bus itu tiba, saya malah tidak naik karena salah mengingat kanji! Alhasil saya harus menunggu bus berikutnya yang datangnya 1 jam sekali. Bus yang seharusnya saya naiki adalah bus jadwal 8.26 namun busnya terlambat datang, akhirnya datang pukul 8.31. Ini adalah pengalaman yang menurut saya tidak akan terjadi kalau saja saya bisa sedikit lebih teliti. Hmmm

Momen pelik adalah ketika mau ngobrol dengan Nihon-jin sementara Bahasa Jepang saya masih terbata-bata. Alhasil harus ngomong dengan bahasa tubuh atau bahasa Inggris yang di Jepang-jepangin

Hal ini sering sekali saya alami di Jepang terutama pas awal-awal internship. Saat saya mau memulai obrolan kadang bingung harus mulai dari mana atau ketika mereka ngajak bicara tetapi saya tidak paham 100% apa yang mereka katakan, Apalagi pas diantar Bos ke tempat kerja lain yang jaraknya 10 menit dari ryokan, wah bingung deh mau ngobrol apa biar suasana gak kaku. Daripada diem-dieman kaya orang marah-marahan, alhasil yaaa keseringan ngobrol tentang perkiraan cuaca “Kyou wa ii tenki desune” gitu-gitu aja hehehe. Namun, yang membuat saya heran dengan orang Jepang ini adalah kebiasaan mereka yang merubah bahasa inggris menjadi Japanenglish. Pernah suatu ketika saya bilang “Island” dengan english pronunciation yang benar mereka malah bingung. Ketika saya bilang “Airando”, mereka langsung ngerti yang saya maksud adalah pulau. Hmmm….

Membeli Minuman Di Jidouhanbaiki

Jepang sangat terkenal dengan mesin penjual minuman otomatis yang tersebar di seluruh pelosok bahkan desa pinggiran seperti di tempat saya internship. Waktu awal-awal tiba disini dan belum tau cara ke supermarket terdekat, kami sering sekali membeli minuman 100 yen yang tersedia di Jidouhanbaiki yang ada di dekat asrama. Kalau tidak salah, uang 5000 yen yang kami bawa dari Indonesia hanya habis untuk beli minuman di Jidouhanbaiki. Hahaha

Enaknya Berendam di Onsen

Pengalaman tentang berendam di Onsen pertama kali sudah pernah saya ceritakan di blog ini. Mandi di onsen memang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat tinggal di Jepang. Hampir setiap hari terutama saat kerja shift sore, saya selalu mandi di onsen untuk melepas lelah dan merelaksasikan tubuh setelah bekerja seharian.