Hati-Hati, Hindari Lakukan 11 Hal Ini Saat Liburan Ke Jepang

Jepang merupakan salah satu destinasi favorit semua orang untuk liburan, termasuk orang Indonesia Namun, tahukah kamu bahwa Jepang juga memiliki budaya dan aturan yang sangat ketat yang harus dipatuhi oleh semua orang termasuk wisatawan. Nah, saat kamu berada di Jepang, hindari untuk melakukan 11 hal ini agar liburanmu menjadi lebih berkesan dan terhindar dari tatapan tajam masyarakat lokal disana.

  • Membuang sampah sembarangan

Hampir tidak ada sampah yang berserakan di jalan raya ataupun tempat umum lainnya di Jepang. Hal itu karena masyarakatnya sangat peduli dengan kebersihan dan taat aturan dalam hal pembuangan dan pengelolaan sampah.  Ketika mau buang sampah, buanglah sampah pada tempatnya dan sesuaikan dengan kategori sampah tersebut, yaitu sampah yang bisa dibakar, sampah yang tidak bisa dibakar, sampah kaleng, dan botol plastik.

  • Meninggalkan sampah di meja makan restoran

Masih terkait dengan poin nomor 1, berbeda dengan di Indonesia yang tempat sampahnya ada di mana-mana, di Jepang kita akan sangat sulit menemukan tempat sampah. Tempat sampah biasanya akan ditemukan didekat supermarket dan convenience store. Jika kamu tidak menemukan tempat sampah ketika sedang jalan-jalan, jangan sekali-kali meninggalkan sampah yang kamu bawa dari luar di restoran tempat kamu makan ya. Selama saya bekerja di restoran di Jepang, banyak sekali wisatawan asing meninggalkan botol plastik dan sampah lainnya di meja makan. Hal itu membuat orang Jepang merasa sangat jengkel lho. Jadi, sebisa mungkin sampah tetap disimpan sampai kamu menemukan tempat sampah ya!

  • Makan dan minum sambil jalan

Ketika wisata kuliner di tempat jajanan kaki lima atau street food, lebih baik makanan tersebut langsung kamu makan di depan tokonya sampah habis. Makan dan minum sambil jalan bisa saja mengotori jalanan. Oleh karena itu jangan pernah makan dan minum sambil jalan ya. Selain itu, makan di dalam transportasi umum juga dianggap tidak sopan. Selain karena mengotori transportasi umum tersebut, bau yang keluar dari makanan juga akan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

  • Tidak melepas sepatu saat masuk ke dalam restoran

Di Jepang banyak restoran yang mengharuskan pengunjungnya untuk melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal khusus yang sudah disediakan sebelum masuk ke dalam restoran. Oleh karena itu, sebelum masuk perhatikan apakah restoran tersebut memperbolehkan tamunya memakai sepatu atau tidak. Biasanya akan ada semacam tanda yang dipasang di depan pintu masuk restoran.

  • Malas mengantre

Orang Jepang terkenal sebagai masyarakat yang sangat tertib termasuk dalam hal mengantre. Saat menunggu bus, kereta, atau bahkan naik lift, tanpa perlu diingatkan oleh petugas, mereka akan langsung membuat barisan rapi. Kalau Anda tak ingin ditegur, kebiasaan menyela antrean di Indonesia sebaiknya jangan sekali-kali dilakukan saat berkunjung ke Jepang.

  • Berbicara keras atau ngobrol di transportasi umum

Hal selanjutnya yang tidak boleh dilakukan adalah berbicara keras, mengobrol, atau menelepon di transportasi umum di Jepang,  baik itu bus atau kereta. Jika Anda mau mendengarkan musik dan menonton video, sebaiknya gunakan headset agar suaranya tidak menganggu penumpang lain.

  • Duduk di kursi prioritas

Transportasi umum di Jepang sangat ramah dengan lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui. Hal tersebut ditandai dengan selalu ada kursi khusus yang memang diprioritaskan untuk kalangan tersebut. Oleh karena itu, meskipun kursinya kosong, jangan sekali-kali duduk di kursi prioritas tersebut jika tidak mau dibilang tidak tahu aturan.

  • Menerima atau memberi barang hanya dengan satu tangan

Di Indonesia, menerima dan memberi barang biasanya menggunakan tangan kanan. Namun di Jepang, menerima atau memberi barang sebaiknya menggunakan kedua tangan dan agak sedikit membungkuk karena akan dianggap lebih sopan, termasuk saat menerima uang kembalian dari kasir, menerima kartu nama, dan lain sebagainya.

  • Mengotori ofuro atau onsen

Onsen adalah pemandian air panas khas Jepang. Tidak sembarangan, saat menikmati onsenpun ada etika dan aturan yang berlaku. Di onsen yang umumnya berupa pemandian umum, kamu diwajibkan untuk melepaskan semua pakaian dan membersihkan diri dahulu dengan sabun sebelum masuk ke pemandian air panas. Karena tidak hanya kamu yang berendam di sana, sudah seharusnya kamu juga menjaga kebersihan diri selama berada di onsen. Secara rinci, aturan tentang mandi di onsen ini pernah saya bahas dalam artikel berikut.  

  • Memberi uang tip

Memberi uang tip merupakan hal yang lumrah di kebanyakan negara di dunia, namun tidak berlaku di Jepang. Tip atau jasa pelayanan sudah termasuk ke dalam harga jual sehingga kamu tidak perlu dan tidak boleh memberikan uang tip. Alih-alih sebagai ucapan terima kasih, pemberian uang tip ini justru akan dianggap penghinaan oleh orang Jepang. Maka dari itu, kamu cukup tersenyum dan mengucapkan terima kasih (Arigatou gozaimashita).

  • Memotret dan merekam video tanpa izin

Pada era teknologi seperti sekarang, membuat instagram story sepertinya hal wajib dilakukan saat berada di tempat wisata. Namun, hati-hatilah jika kamu berada di Jepang. Jangan sekali-sekali memotret dan merekam video tanpa izin apalagi yang kamu rekam menyangkut privasi orang lain. Jika ingin memotret bangunan tempat wisata, perhatikan apakah ada larangan mengambil foto disekitar bangunan tersebut atau kamu bisa meminta izin terlebih dahulu kepada petugas yang sedang incharge.

Nah, itulah 11 tips yang bisa kamu terapkan selama jalan-jalan di Jepang. Wherever you travel, whenever you travel, remember to always respect nature, culture, and the host. Good luck~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *