Berkunjung Ke Pasar Tradisional Bangkok

Bangkok selain sebagai Ibu Kota Thailand juga sebagai pusat kuliner street food dan belanja. Tak heran, banyak sekali wisatawan Indonesia yang juga liburan dan menghabiskan waktunya untuk berbelanja ke pasar-pasar tradisional. Ya… Bangkok memang sangat memberdayakan pasar tradisional yang tertata rapi dan menawarkan harga barang yang murah namun kualitasnya tidak murahan!  Selama 5 hari 4 malam d Bangkok, sebagian besar waktu kami habiskan untuk mengunjungi pasar-pasar tradisional. Lho? Jauh-jauh ke Bangkok, mainnya malah ke pasar tradisional, hehe. Tapi banyak yang bisa kami pelajari dari pasar tradisional di Bangkok, penataan dan kesederhanaan yang merakyat. Karena tidak selamanya kemewahan menjanjikan kebahagiaan. Selama di Bangkok, setidaknya ada 3 pasar tradisional yang kami kunjungi.

  • Pratunam Tradisional Market

Pasar pertama adalah Pratunam Tradisional Market. Pratunam Tradisional Market berada di kawasan Pratunam, Ratchathewi yang tidak jauh dari hotel Metro Resort Pratunam tempat kami menginap. Mungkin kurang lebih sekitar 1 km. Pratunam Traditional Market ini merupakan pasar yang sangat besar dan luas, terdiri dari ratusan toko yang menjual pakaian terutama pakaian wanita. Banyaknya pilihan yang ditawarkan pasar ini membuatnya dikujungi oleh banyak sekali wisatawan terutama wisatawan Indonesia. . Karena selain pilihan yang variatif, harganya juga sangat murah dan terjangkau. Mulai dari 50 Baht atau Rp 23.500 (Kurs 1 baht = Rp 470). Oh ya, pasar ini buka dari pagi hari pukul 06.00 – siang. Hampir setiap pagi kami pergi kesana untuk shopping. Maklumlah, di Bali kami tidak akan punya kesempatan seperti ini, belanja banyak, harga murah, tapi kualitas tidak murahan. Recommend banget buat kalian yang liburan ke Bangkok dan hobi belanja.

  • TalinChang Floating Market

Selain pasar tradisional di darat, ternyata Bangkok juga punya destinasi Floating Market seperti di Kalimantan! Wah keren banget. Itulah ekspektasi saya ketika browsing tempat wisata Bangkok sebelum berkunjung ke tempat ini. Akhirnya TalinChan Floating Market ini masuk ke dalam must visit list kami. Setelah naik BTS dari stasiun Rachadewi sampai Stasiun Wongwian Yai, kami harus naik taxi untuk sampai ke tempat ini. Setelah kurang lebih menghabiskan waktu 10 menit perjalanan, kami pun sampai di Taling Chan Floating Market.  Tadinya saya kira begitu memasuki jalanan menuju ke area floating market hanya berupa gang saja, tapi ternyata disambut dengan jajaran dagangan yang meriah. Layaknya pasar tradisional, akses masuk menuju Taling Chan dipenuhi berbagai barang dagangan di bawah tenda-tenda yang berjajar. Di gerbang pintu masuk, terlihat banyak sekali toko tanaman hias seperti anggrek, mawar, kaktus,puring, dan jenis tanaman lainnya. Disebelah kiri, ada kios-kios street food seperti daging, sate babi, sate sapi, bakso, dan aneka olahan seafood. Beranjak lebih ke dalam, kami menemukan beberapa gerai cendramata dan penjual makanan khas Bangkok seperti Som Tam, Mango Sticky Rice dan lain sebagainya. Namun, saya sedikit kecewa karena floating marketnya ternyata tidak seindah ekspektasi saya. Memang beberapa gerai terletak di atas perahu yang terapung, tapi sungguh tidak terlihat seperti floating market. Tempatnya yang kumuh dan air sungai yang keruh membuat selera makan saya hilang seketika. Hmm..

Selain pasar, tempat ini juga menyediakan tour menyusuri Kanal Thonburi. Dengan harga tiket 60 Baht/orang kita akan diajak berkeliling seputar kanal Thonburi. Menurut saya tournya kurang seru sih, di sepanjang pinggiran sungai kita akan melintasi pepohonan, tanaman anggrek, dan beberapa restaurant. Menjelang pulang, perahu akan ditepikan sebentar untuk fish feeding, Yup..memberi makan ikan. Dan ternyata ikan di sungai ini banyak dan besar-besar.

  • Chtuchak Market

Setelah rasa penasaran kami dengan Taling Chan Floating Market yang ternyata biasa saja, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Chatuchak. Kata orang-orang yang pernah ke Bangkok, gak lengkap rasanya kalau tidak ke Chatuchak Market.  Chatuchak Market saat ini menjadi tempat tujuan yang wajib dikunjungi (must-visit-place) oleh para wisatawan yang datang ke Bangkok. Namun, pasar ini hanya buka saat weekend saja (Sabtu dan Minggu).

Ketika sampai di tempat ini dari stasiun Mo Chit, kami merasa bahwa pasar ini sangat ramai dan sangat besar! Menurut informasi di internet, Chatuchak memiliki sekitar 10.000 gerai, yang setiap weekend dikunjungi sekitar 250.000 pengunjung. Pasar ini juga merupakan tempat belanja favorit masyarakat Bangkok, jadi yang datang kesini bukan hanya wisatawan saja. Terdiri dari 27 sections atau bagian, yang menjual berbagai rupa barang, mulai dari produk fashion, furnitur, kain, cinderamata, perhiasan, binatang peliharaan dan banyak lagi.

Saking ramai dan besarnya tempat ini, kami jadi pusing dan bingung harus kemana. Bahkan, kami hampir saja tersesat dan terpisah dari 2 teman yang lain. Waktu itu kebetulan HP tidak tersambung internet, jadi kalau kalian kesini dengan rombongan, jangan sekali-kali terpisah yaa! Karena kalau kita lengah sedikit saja, kita bisa saja benar-benar tersesat dan kehilangan jejak. Selama kurang lebih 30 menit saling mencari, akhirnya kami berempat bertemu kembali (Thank God). Saking paniknya waktu itu, alhasil kami hanya membeli manisan dan beberapa souvenir untuk oleh-oleh. Bahkan sepertinya kami hanya mengunjungi 1 blok saja, sehingga tidak banyak yang bisa kami explore.

Demikian 3 pasar tradisional yang sempat kami kunjungi selama di Bangkok. Dari 3 pasar tersebut, kami sangat merekomendasikan Pasar Pratunam karena lebih bersih dan lebih nyaman. Kalau punya waktu lama dan berkunjungnya pas saat weekend, tidak ada salahnya juga mengunjungi Chatuchak Market. Ya, biar sekedar tahu saja. Hehe.