Travel Writing

Meneroka Keindahan Alam Air Terjun Banyu Wana Amertha

Matahari sedang hangat-hangatnya ketika kami berangkat dari Denpasar menuju satu destinasi yang baru dibuka pertengahan tahun 2018. Cukup 1,5 jam perjalanan dan melewati kawasan destinasi wisata bedugul, kami sampai di Air Terjun Banyu Wana Amertha yang berlokasi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Kalian tahu tidak kenapa namanya Banyu Wana Amertha?

Menurut penuturan warga lokal disana, kesegaran airnya bersumber dari mata air yang ada di kawasan hutan lindung Desa Wanagiri. Banyu artinya air, Wana artinya hutan, dan Amertha artinya berkah atau anugrah. Jadi air terjun itu diyakini sebagai berkah untuk memberikan kesegaran penduduk setempat dan juga wisatawan yang berkunjung kesana. Tidak tanggung-tanggung, di kawasan ini ada 3 air terjun loh! Kalau beruntung dan debit airnya deras, bahkan kita bisa menjumpai 4 air terjun dengan jarak yang berdekatan. Wow banget gak sih?

Sesuai namanya, air terjun ini memang berada ditengah hutan lindung. Tapi tenang, untuk menuju lokasi air terjun sudah ada jalan setapak yang tidak terlalu curam, bahkan sangat aman kalau berkunjung ketika musim hujan. Ketika kami sampai disana pukul 10.15 wita, parkiran masih lumayan lenggang. Mungkin karena masih kondisi pandemi sehingga tidak padat pengunjung. Itu artinya kami bisa explore sepuasnya. Uhuy!

Loket penjualan tiket

Setelah cuci tangan, pakai handsanitizer, dan mengikuti pemeriksaan suhu, kami membeli tiket masuk seharga Rp 20.000/orang. Setelah itu, kami bergegas menyusuri hutan lindung Desa Wanagiri itu. Suasananya sangat asri dan segar. Ada banyak sekali tanaman tropis yang kami jumpai seperti kopi, salak, dan cengkeh. Ditambah kicauan burung yang membuat suasana alam kian harmonis.

Sekitar 15 menit trekking, kami sampai di air terjun yang pertama. Namanya one dan BWA waterfall.

Air terjun BWA yang berundak-undak
debit airnya tergolong kecil tetapi masih tetap segar dan dingin

Air terjun BWA ini berundak-undak dan sangat indah, meskipun debit airnya tergolong kecil.
Setelah mengambil beberapa foto, kami melanjutkan ke air terjun yang kedua. Namanya Twin Waterfall. Namun untuk menuju kesana akan sangat membingungkan karena tidak terlalu banyak signage atau petunjuk jalan. Twin Waterfall ini menurut saya biasa saja, mungkin debit airnya kecil dan tidak terlalu tinggi.

Twin waterfall dengan debit air yang kecil dan tidak terlalu tinggi

Next, saatnya menyusuri air terjun yang paling indah di kawasan ini, yaitu Spray waterfall. Dari air terjun sebelumnya, hanya perlu short trekking lagi 2 menit dan keindahan spray waterfall ini sudah terpampang nyata di depan mata. Langsung ambil tripod dan bluetooth shutter kami mengabadikan banyak moment romantis di air terjun ini.

Kemegahan Spray Waterfall di kawasan Banyu Wana Waterfall

Hati senang menikmati alam, hehe

Sebenarnya ada cerita lucu yang mewarnai trip tertumben kami setelah sekian purnama. Awalnya, kami berencana ke Banyumala Twin Waterfall yang beberapa pekan terakhir menjadi rekomendasi banyak orang. Saking excitednya, kami langsung gass tanpa memperhatikan juga spot air terjun terdekat disekitarnya.

Naik ke puncak dari kawasan bedugul menuju Desa Wanagiri, kami menemukan signage “Welcome to Waterfall” dan baliho gede yang menampilkan foto-foto air terjun yang sangat mempesona. Padahal, di maps, masih 12 menit lagi menuju the real Banyumala Waterfall.
Melihat baliho itu, kami langsung saja mengikuti signage yang ada tanpa peduli arahan maps. Jalannya kecil dan mulus. Semakin turun, semakin tajam akhirnya kami sampai di air terjun yang kami kira Banyumala waterfall ini.
Wkwkwkw

Kami sangat menikmati dan merekam seluruh moment disana, bahkan kami mengunjungi ketiga air terjun di kawasan itu. Sampai kami menyadari 1 hal yang mengganjal.

“Kak, kok beda sama yang difoto yang dikirimin temenku ya?”, tanyaku.
Doi bilang “Mungkin karena debit airnya yang kecil sekarang”.

Oke. Masuk akal. Aku tidak menggubris lagi. Kami bergegas ganti baju, menuju ke parkiran dan bersiap untuk cari makan siang. Sebenarnya, perbedaan yang kami temui masih mengganjal dihati. Mulailah kami browsing lagi. Benar saja, air terjun yang kami kunjungi itu namanya BANYUWANA WATERFALL.
Kami juga konfirmasi ke beberapa foto yang kami jepret, ternyata baliho itu ada dong nama waterfall nya dan kami gak teliti sama sekali 😂


Ehhh.. wkwkwk, hahaha, kok bisa, salah destinasi, dan kicauan heran lainnya mewarnai makan siang kami.

Ternyata di kawasan Desa Wanagiri itu banyak sekali air terjun.
Hikmahnya adalah, kami berhasil mengunjungi objek wisata yang tidak pernah kami rencanakan tetapi tidak kalah sama air terjun sebelahnya. Terima kasih semesta

Ni Made Ayu Natih Widhiarini

I have always been interested in tourism and hospitality research. I am enthusiastic person and willing to learn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian Japanese Japanese