Japan Internship

Mengenal 4 Jenis Mie Ala Jepang Yang Wajib Dicoba

Jepang terkenal dengan berbagai olahan kuliner yang lezat dan mendunia. Sebut saja sushi, tempura, dan shashimi. Saking terkenalnya rasanya kita belum ke Jepang kalau belum mencicipi ketiga makanan itu. Namun ada satu lagi makanan yang gak boleh dilewatkan ketika kita berkunjung ke Jepang, apa lagi kalau bukan olahan mie. Sama halnya dengan Indonesia, Mie juga salah satu makanan yang bisa dibilang makanan pokok dan sangat penting untuk ada di setiap dapur rumah tangga.  Saking pentingnya, di Indonesia mie sering kali dimakan bersamaan dengan nasi, padahal mie dan nasi sudah sama-sama mengandung karbohidrat. Wkwkwk.

Nah, di Jepang ada 4 jenis mie yang sering saya temui ketika internship di Jepang dulu.

  • Ramen
Ramen dengan telur dan irisan daging

Ramen adalah salah satu menu wajib yang dihidangkan di restoran-restoran Jepang. Ramen sendiri sebenarnya bukan makanan khas Jepang. Ramen berasal dari China, warnanya kuning dan sangat mirip dengan mie yang sering kita jumpai di Indonesia. Bisa dibilang ramen sangat mirip dengan mie ayam ala Indonesia. Kuah ramen  terbuat dari kaldu daging yang kental dan berminyak. Kuahnya pun memiliki citra rasa yang sangat pekat tergantung kaldu yang digunakan. Biasanya kaldu yang digunakan terbuat dari rebusan daging babi atau sapi. Ditambah topping seperti irisan daging asap, tempura, telur, nori, dan topping lainnya. Biasanya harga ramen di restoran Jepang mulai 1.000 yen/porsi.

  •  Udon
Tempura Udon

Selain ramen, udon juga merupakan jenis mie yang sangat terkenal di Jepang.  Udon adalah mie asli Jepang yang terbuat dari tepung terigu. Jika ramen warnanya kuning, udon berwarna putih pucat dan ukurannya jauh lebih tebal daripada ramen. Berbeda dengan kuah ramen yang pekat dan berminyak, kuah udon agak tawar dan biasanya terbuat dari kaldu ikan dan rebusan rumput laut. Udon bisa disajikan dengan kaldu panas dan diseruput menggunakan sumpit. Namun saat musim panas yang menyengat, udon malah lebih enak disantap dengan kaldu dingin. Udon juga biasanya diberikan topping bermacam-macam, seperti irisan daging, tempura, telur, dan daun bawang. Namun di beberapa daerah termasuk tempat tinggal saya di Ine, udon juga disajikan dengan kuah bewarna coklat bening. Rasanya agak asin namun enak sekali. Harga udon di restoran Jepang paling murah 700 yen/porsi.

  • Soba

Selain Udon, Soba juga mie asli Jepang. Soba terbuat dari tepung gandum yang kaya serat. Soba berwarna coklat kehitaman dan biasanya disajikan dengan kuah bening kecoklatan yang disebut dashi. Menurut saya rasa soba sedikit hambar ketimbang udon dan ramen, namun dari segi kandungannya, katanya Soba lebih menyehatkan apalagi bagi mereka yang menghindari makanan mengandung gluten. Harga 1 porsi soba di restoran Jepang berkisar antara 800 – 1500 yen.

Soba yang disajikan dengan dashi dan wasabi
  • Soumen

Soumen adalah olahan mie di Jepang yang bentuknya sangat tipis dan kecil. Mungkin lebih mirip bihun di Indonesia. Soumen adalah mie yang terkenal untuk disantap saat musim panas tiba. Biasanya Soumen dihidangkan dengan kaldu ikan atau rumput laut yang dingin dan gurih kemudian diberikan sedikit irisan daun bawang untuk menambah cita rasa. Saat musim panas di Jepang, saya seringkali makan soumen yang disajikan oleh Ryouri Cho (Top Chef) tempat saya bekerja.

Soumen dengan irisan daging bawang

Itulah 4 mie ala Jepang yang harus dicoba dan dirasakan perbedaannya ketika kalian berkunjung ke Jepang. Sebenarnya ada 1 lagi hidangan mie yang sering dijual di Jepang yaitu yakisoba atau mie goreng. Yakisoba ini merupakan ramen yang tidak disajikan dengan kuah, dan biasanya memiliki rasa yang jauh lebih pekat, seperti mie goreng di Indonesia.

Ni Made Ayu Natih Widhiarini

I have always been interested in tourism and hospitality research. I am enthusiastic person and willing to learn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian Japanese Japanese