Pengalaman Terbang Bersama Batik Air Rute Bali – Jakarta

Rute penerbangan PP Bali – Jakarta merupakan salah satu rute domestik dengan jadwal penerbangan terbanyak di Indonesia. Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba terbang bersama Batik Air ketika mengantar delegasi kampus untuk mengikuti Hospitour 2019 di Tangerang, Jakarta.

Logo Pesawat Batik Air

Awalnya, kami tidak berencana menggunakan maskapai besutan Lion Group ini karena masih trauma dengan pamor Lion Air yang agak menurun akhir-akhir ini. Padahal saya sejujurnya belum pernah naik Batik Air kalau sedang pergi ke luar kota.

1 bulan sebelum keberangkatan, saya mulai mencari tiket pesawat untuk 18 orang di situs traveloka, saya kaget dengan harga tiket pesawatnya yang sangat mahal, rata-rata diatas Rp 1.000.000. Padahal biasanya ada yang Rp 800.000/orang untuk sekali jalan (one way). Apa mungkin karena bulan politik? Ada hubungannya gak sih? Saya jadi pusing sendiri karena jumlah yang akan berangkat 18 orang. Jika dikalkulasikan bisa sampai Rp 54.000.000 PP hanya untuk tiket pesawat saja. Belum tranportasi darat, konsumsi, dan lain sebagainya.

Setelah memikirkan berbagai pertimbangan, jadilah kami menggunakan Batik Air saja karena  dapat fasilitas meal dan in flight entertainment nya, mengingat durasi penerbangan Bali – Jakarta ditempuh selama hampir 2 jam. Daripada pakai maskapai lain (selain Garuda) harga mahal tapi tidak ada pelayanan premium seperti itu.

7 April 2019, tibalah saatnya kami berangkat. Saat itu kami menggunakan Nomor Penerbangan ID 6501 pukul 09.30 WITA. Diperjalanan dari kampus – bandara saya terus berpikir, pesawatnya delay apa ontime ya? mengingat saudaranya terkenal dengan maskapai yang suka molor, hehehe. Makanya kami memilih jadwal penerbangan pagi hari untuk antisipasi delay dan macet sewaktu tiba di Jakarta nanti.

Rombongan STPBI yang berangkat dengan Batik Air
Boarding Pas DPS – CGK

Saya sebenarnya tidak mau terlalu berekspektasi tinggi dengan Batik Air ini, karena sebelumnya sudah pernah dikecewakan dengan maskapai lain yang bilang dapat makan tapi ternyata makanannya hanya sekeping biscuit, hahaha. Karena berpikir Batik punyanya Lion, jadi ya paling servicenya gak jauh beda dari Lion Air.

Pesawat Batik Air

Namun setelah masuk ke pesawatnya, saya terkejut melihat interior pesawatnya yang keren di dominasi oleh warna merah bata yang tidak membuat mata lelah. Pesawat yang saat itu kami tumpangi adalah Boeing 737 – 900 ER . Tata letak kursinya sama seperti pesawat rute dometik pada umumnya, yaitu 3 – 3 – 3.

Tata Letak Kuris Batik Air

Yang paling membuat saya senang adalah di kursi penumpang kelas ekonomi benar-benar ada screen in flight entertainmentnya! Bahkan menurut saya screen Batik Air ini lebih baik dari yang dimiliki Garuda, karena touch screen­-nya lebih capacitive, cukup disentuh sekali tanpa harus ditekan-tekan seperti screen Garuda.  Pertama kali menghidupkan screen ini, penumpang akan diberikan pilihan bahasa yang beragam diantaranya :  Indonesia, Inggris, Jepang, China, dan Korea

Pilihan Bahasa Layar TV Batik Air yang ramah terhadap penumpang asing

Pilihan hiburannya pun beragam dan sudah dikelompokkan sesuai jenis dan bahasanya sehingga memudahkan penumpang mencari hiburan yang diinginkan tanpa harus scroll up and down terlalu lama. Selain itu, screennya pun didesain sangat cantik didominasi oleh desain ornamen batik dan kebudayaan khas Indonesia yang membuat saya menyadari betapa kayanya negeriku ini.

Layar Batik Air dengan desain pewayangan

Sayangnya, Batik Air tidak menyediakan earphone atau headset untuk penumpangnya. Oleh karena itu, bagi kalian yang mau naik Batik Air jangan lupa membawa earphone atau headset sendiri ya! Satu lagi yang menjadi kekurangan Batik Air. Yaitu ketika mau landing, film yang kita tonton seketika berhenti dan kita gak bisa nonton lagi. Huhuhu, padahal dikit lagi mau ending.

Terkait dengan makanan, untuk rute domestik, makanan yang disungguhkan berupa snack dan air minum. Saya puas dengan snack yang disugguhkan Batik Air. Dikemas dengan kotak berbentuk balok berwarna merah dan didalamnya terdapat cup brownis dan roti sosis yang rasanya enak banget! Namun, soal minuman, Batik Air ini hanya menyediakan air putih saja. Tidak seperti Garuda yang beragam.

Makanan di dalam pesawat Batik Air sangat enak dan disajikan dalam keadaan panas.

Overall, saya sangat senang dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh Batik Air. Awak kabinnya sangat ramah. Jika saya punya kesempatan naik pesawat rute domestik lagi, saya akan mempertimbangkan untuk menggunakan Batik Air lagi.