<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Yuk Ketahui 4 Kelalaian Dalam Menjaga Kesehatan Mata	</title>
	<atom:link href="https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/</link>
	<description>Researching, Blogging, Traveling</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2021 05:11:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Ni Made Ayu Natih Widhiarini		</title>
		<link>https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/#comment-615</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ni Made Ayu Natih Widhiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2021 05:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://natih.net/?p=1879#comment-615</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai balasan untuk &lt;a href=&quot;https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/#comment-614&quot;&gt;Dila&lt;/a&gt;.

Hallo Mbak Dila, wah terima kasih sudah mau nyamperin blog saya
Saya menjadi salah satu orang yang setia pakai kacamata, bahkan selama 12 tahun berkacamata cuma 2 kali saja pakai softlens. Memang punya mata minus itu sangat menyebalkan, belum lagi kalau naik motor pas hujan, beuhh harus ekstra hati-hati. Atau pas lagi makan mie ayam, kebayangkan gimana strugglenya, hihi 

Jadi setelah kekumpul dananya, saya memutuskan untuk lasik mata karena udah gak tahan sakit kepala hampir setiap hari. 
Sampai sekarang sudah 1 tahun lebih pasca lasik mata saya masih baik-baik saja, meski sering pantengin gadget]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai balasan untuk <a href="https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/#comment-614">Dila</a>.</p>
<p>Hallo Mbak Dila, wah terima kasih sudah mau nyamperin blog saya<br />
Saya menjadi salah satu orang yang setia pakai kacamata, bahkan selama 12 tahun berkacamata cuma 2 kali saja pakai softlens. Memang punya mata minus itu sangat menyebalkan, belum lagi kalau naik motor pas hujan, beuhh harus ekstra hati-hati. Atau pas lagi makan mie ayam, kebayangkan gimana strugglenya, hihi </p>
<p>Jadi setelah kekumpul dananya, saya memutuskan untuk lasik mata karena udah gak tahan sakit kepala hampir setiap hari.<br />
Sampai sekarang sudah 1 tahun lebih pasca lasik mata saya masih baik-baik saja, meski sering pantengin gadget</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Dila		</title>
		<link>https://natih.net/4-kelalaian-fatal-dalam-menjaga-kesehatan-mata/#comment-614</link>

		<dc:creator><![CDATA[Dila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2021 03:10:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://natih.net/?p=1879#comment-614</guid>

					<description><![CDATA[Saya juga minus dan silindris.  Mulai minus sejak kelas 5 SD gara-gara sering main PS. Sekarang udah minus 4 lebih.
Sedih banget mata minus kayak gini.

Pengen komentar yang cek mata ke dokter mata. Ntah kenapa pengalaman saya, lebih efektik optik dari pada dokter mata, karena optik tidak mau ada komplain dari pembeli sehingga mereka benar-benar mengecek ukuran minus / silindris mata. Sementara kalau dokter, hanya sekedar mengecek dan alat-alatnya juga lebih jadul dari pada alat pengecekkan mata di optik. Jadi saya pikir si dokter mata yang konsen memberikan obat mata untuk penyakit mata lainnya.

Trus mengenai vitamin, saya juga tidak suka makan buah dan sayur, akhirnya beli vitamin mata yang harganya bisa 400rb sebotol isi 60 kapsul.

Impian terbesar adalah pengen terbebas dari kaca mata atau soft lens, tapi tetep hobi pantengin gadget.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga minus dan silindris.  Mulai minus sejak kelas 5 SD gara-gara sering main PS. Sekarang udah minus 4 lebih.<br />
Sedih banget mata minus kayak gini.</p>
<p>Pengen komentar yang cek mata ke dokter mata. Ntah kenapa pengalaman saya, lebih efektik optik dari pada dokter mata, karena optik tidak mau ada komplain dari pembeli sehingga mereka benar-benar mengecek ukuran minus / silindris mata. Sementara kalau dokter, hanya sekedar mengecek dan alat-alatnya juga lebih jadul dari pada alat pengecekkan mata di optik. Jadi saya pikir si dokter mata yang konsen memberikan obat mata untuk penyakit mata lainnya.</p>
<p>Trus mengenai vitamin, saya juga tidak suka makan buah dan sayur, akhirnya beli vitamin mata yang harganya bisa 400rb sebotol isi 60 kapsul.</p>
<p>Impian terbesar adalah pengen terbebas dari kaca mata atau soft lens, tapi tetep hobi pantengin gadget.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
