quarter-life-crisis

3 Alasan Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup Untuk Menghadapi Quarter Life Crisis

Pertengahan dua lima
Selanjutnya bagaimana?
Banyak mimpi yang terkubur
Mengorbankan waktu tidur
Ku tak tahu apa lagi yang ‘kan kukejar

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira

Penggalan lirik lagu Takut yang dinyanyikan oleh Idgitaf diatas seolah relate banget sama kondisi yang mencerminkan seseorang yang sedang luntang – lantung alias bingung dengan tujuan hidupnya sendiri.

Apalagi umur 25 tahun ke atas dianggap sebagai masa quarter life crisis, kondisi dimana seseorang merasa tidak memiliki arah, bingung, overthinking dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang.

Ciri-ciri Quarter Life Crisis

Dilansir dari alodokter.com, seseorang yang mengalami quarter life crisis biasanya memiliki ciri-ciri seperti :

  • Sering merasa bingung mengenai masa depannya
  • Merasa terjebak dalam situasi yang tidak disukai
  • Sulit membuat keputusan ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan
  • Kurang motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari
  • Sulit menentukan apakah harus menjalani hidup sesuai dengan keinginan diri sendiri atau sesuai dengan tuntutan keluarga dan masyarakat
  • Khawatir akan tertinggal dalam ketidakpastian hidup seorang diri
  • Merasa iri dengan teman sebaya yang sudah lebih dulu mencapai impiannya

Kalau boleh flashback sedikit, saya pribadi pernah mengalami quarter life crisis ini. Tepatnya tahun 2021 lalu, tahun dimana saya lulus kuliah S1. Ciri-cirinya persis seperti yang telah dipaparkan diatas. Saya sering merasa bingung akan potensi yang saya miliki, merasa terjebak pada suasana kerja yang tidak saya sukai, sering overthinking dan plinplan tentang keputusan yang diambil. Terlebih adanya pandemi, quarter life crisis ini semakin menjadi.

Bahkan, saya sempat berpikir bahwa keputusan melanjutkan S2 sesaat setelah lulus S1 adalah keputusan yang tidak tepat. Saya merasa sepertinya lebih baik saya kembali ke Jepang dan bekerja disana. Ketika melihat teman sebaya yang ‘pamer’ kesuksesannya di social media, saya pun mulai insecure akan potensi diri.

Quarter life crisis ini sungguh pernah membuat saya melupakan apa tujuan hidup yang sebenarnya saya inginkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, saya rajin baca-baca buku self improvement, melatih mindfulness dalam kehidupan sehari-hari, dan konsultasi dengan mentor lulusan psikologi. Ternyata, mengenal dan menentukan tujuan hidup itu sangat penting untuk mengatasi quarter life crisis itu sendiri.

Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup Untuk Menghadapi Quarter Life Crisis

Tidak dipungkiri, semakin banyaknya kesempatan belajar dan pengalaman memang bisa membantu kita menentukan passion. Namun di lain pihak justru membuat kita sering kebingungan menentukan pilihan yang tepat, terutama soal karir.

Ketika ada kesempatan ikutan workshop Digital Marketing, seketika pengen jadi digital marketer yang professional. Begitu pula ketika ikut workshop membuat kopi, seketika pengen jadi barista dan punya coffee shop sendiri. Padahal, belum tentu kita punya passion menjadi digital marketer atau barista.

Alhasil, apa yang kita kerjakan jadinya tidak sesuai tujuan hidup kita, akhirnya terjadilah quarter life crisis. Makanya, mengenal tujuan hidup sejak dini akan membuat kita bisa mencegah quarter life crisis. Ya, paling tidak kita bisa tetap fokus pada apa yang sudah kita bangun dan pelajari dari awal.

Lalu apa pentingnya mengenal tujuan hidup untuk mencegah quarter life crisis? Yuk mari kita ulas bersama.

1. Mampu Menentukan Rencana dan Skala Prioritas

mengatasi quarter lif crisis dengan membuat skala prioritas
Sumber Gambar : Canva

Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan oleh banyaknya pilihan. Namun, sayangnya tidak semua pilihan membawa dampak positif bagi kita. Ada beberapa pilihan yang mungkin terlihat mudah dan menyenangkan, namun justru menjerumuskan pada hal-hal yang merugikan.

Jika kita sudah memiliki tujuan hidup yang jelas, kita akan mampu menyusun rencana dan skala priotas. Dengan memiliki skala prioritas kita akan bisa membuat rencana dan memilah kegiatan yang paling penting – penting – cukup penting – dan tidak penting untuk dilakukan.

Ketika kita ingin jadi professional blogger misalnya. Kita akan memprioritaskan segala hal yang berhubungan dengan blog. Baik itu membuat content plan yang rapi, ikut komunitas blogger, ikut blogwalking, dan ikut kelas-kelas blogging yang diadakan oleh komunitas.

Menentukan skala prioritas ini pun akan berguna untuk kita bisa tetap fokus dan lebih produktif.

2. Termotivasi Untuk Berusaha Secara Maksimal

Seperti alasan nomor 1, mengenal tujuan hidup juga akan mampu memberikan motivasi kepada kita untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan, terutama ketika kita dihadapkan oleh tantangan yang sulit.

Ketika kita sudah menetapkan tujuan hidup, kita cenderung tidak akan mudah terbujuk oleh kata-kata orang lain yang bisa jadi menjerumuskan kita ke tujuan yang berbeda. Balik ke poin no. 1 kita sudah memiliki rencana dan skala prioritas yang penting.

3. Menciptakan Work – Life Balance

work-life balance membuat tujuan hidup kita akan mudah tercapai
Sumber gambar : canva

Work-life Balance merupakan kondisi dimana kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa berjalan dengan seimbang. Alih-alih burn out dengan segudang aktivitas yang random, mengetahui tujuan hidup akan membuat kita mampu menciptakan work-life balance dan hidup seutuhnya.

Relate dengan poin 1 dan 2, jika semua to do list pada skala prioritas sudah berhasil terpenuh secara maksimal, maka waktu yang tersisa bisa kita gunakan untuk me time, seperti : istirahat, olahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar, dan melakukan kegiatan self love yang lain.

Lalu bagaimana cara menjaga work-life balance? Kamu bisa baca artikel 3 Cara Sederhana Menciptakan Work-Life Balance.

Kesimpulan

Demikian sekilas artikel tentang pentingnya mengenal tujuan hidup untuk menghadapi quarter life crisis. Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan persimpangan dan jalan berliku-liku. Maka sangat penting untuk kita bisa mengetahui tujuan hidup kita.

Dengan adanya tujuan, maka kita dapat menetapkan keputusan secara cermat. Kita juga dapat memilih mana yang membawa dampak positif dan mana yang justru membawa kerugian.

Bagaimana? sudah tahu apa tujuan hidupmu? ceritakan di kolom komentar yuk!

23 komentar untuk “3 Alasan Pentingnya Mengenal Tujuan Hidup Untuk Menghadapi Quarter Life Crisis”

  1. Aku sekarang apakah sedang mengalami ini? Aku yang udah jadi ibu rumah tangga malah kepengen jadi wanita karir kayak rang-orang di lingkungan ku. Hikss.. Sepertinya aku perlu baca buku lagi nih. Buat semangat dan tahu tujuan hidup yang jelas.

  2. Kalau aku kayaknya nggak sempat mengalami quarter life krisis mbak. Krisis yang kualami malah sekarang pas udah jadi ibu dua anak. Galau banget antara karir dan ngurus anak. Tapi apapun itu emang kita perlu mengenal tujuan hidup ya mbak biar bisa memilih jalan yang sesuai dan paling oke buat kita.

  3. Usia-usia yang bisa dibilang rawan yaa..
    Karena mungkin pencapaian lulus sudah, kerja juga udah, hanya kaya banyak ketidakpuasan efek dari membandingkan. Usia quarter life crisis ini kudu banget diperkaya dengan self love agar tidak ovt dan berakibat parah untuk masa depan.

    Btw,
    Lagu pembuka itu jadi iklan di youtube yaah.. Rasanya sebel kalo denger lagu galau begitu.. Jadi nular galaunya.

  4. Aku banget nih yang sedang di masa-masa quarter life crisis, hahha. Tapi aku tetap berusaha meyakinkan diri tentang tujuan hidup, sepertinya setiap orang pasti bisa melewati masa-masa ini.

  5. Perlu banget ini diperhatikan
    Saya jadi merenung kembali tujuan hidups aya seperti apa
    Bahkan melewatkan momen yang dianggap orang penting itu saya cermati lagi

  6. Dulu juga mengalami ini dan emang mau ngga mau harus melalui quarter life krisis juga sih, jadi bekal bangett inii tips mengatasinyaa kak Natih. Banyak yg butuh dan harus baca hihi biar ngga galauuuww

  7. Kayaknya setiap dari kita ngalamin Quarter-life crisis deh kak, aku juga. Kayak gamang aja gitu, bingung mau ngapain, ini salah gak ya, ini bener nggak ya, aku bakal sukses gak ya, kok gagal terus sih, ketakutan demi ketakutan. Tapi emang harus dihadapin dan berdamai yak

  8. Keseimbangan antara pekerjaan dan kegiatan pribadi saja saya rasa tidak cukup. Kita harus menyeimbangkannya juga dengan kegiatan ibadah alias bekal untuk di kehidupan yang akan datang. Karena saya percaya, setelah di dunia akan ada kehidupan kekal lainnya

  9. Saya juga kadang masih bingung kok kak kalau ditanya mau jadi apa. Soalnya sekarang pun udah usia kepala 3 kayaknya menentukan cita2 udah telat wkwk. Dulu pengen jadi A tapi ga kesampaian. Jadi sekarang melakukan apa yang saya suka aja. Kekurangannya ya jadinya kadang iri sama orang yang sukses sementara kita gini2 aja..

  10. aku selalu galau kalau denger lagunya itu huhu.. memang terasa banget ya semakin dewasa, hal-hal yang tak terduga rasanya muncul satu persatu tiap harinya hihi.. memang harus dikuatkan lagi tujuan hidupnya biar lebih kuat menghadapi 🙂

  11. Setiap orang pasti memiliki masa quarter life crisis ini. Aku juga kemarin saat mau selesai kuliah mbak. Dilema antara ingin kerja atau menikah. Akhirnya aku mutusin buat menikah walaupun harus mengobarkan mimpi lainnya saat itu.

  12. Masa usia 25 ke atas emang penuh dilema. Di satu sisi harus mengejar karier, cinta, bahkan hingga keluarga. Semua dipaksa berjalan beriringan tanpa boleh pincang.
    Bersyukurlah kalian kalo punya pasangan atau keluarga yang bisa diajak rembukan.

    Mau di bawa kemana hidup kalian? Aku pun jujur kadang masih kebingungan. Tapi aku tetap bertahan. Selama masih diberikan kekuatan mengejar rezeki, akan ku kejar semua impian demi masa depan.

  13. noted banget kak, menentukan tujuan hidup biar hidup lebih terarah. aq sendiri kadang suka bingung menentukan visi misi karena lebih suka ngalir aja.

  14. Masih di fase ini. Disaat sudah tau mau nentuin tujuan tapi dituntut jg untuk tetap bersabar. Kadang pengen putar balik tapi sudah hampir sampai. Galau banget

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

English English Indonesian Indonesian Japanese Japanese