bersepeda-di-areal-persawahan

Bersepeda Di Tengah Hamparan Persawahan Yang Asri dan Tenang di Bali

Bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit saya. Di sela-sela kesibukan ngantor, kuliah, dan ngeblog saya sebisa mungkin menyempatkan diri untuk bersepeda.

Seperti yang sudah pernah saya ulas pada artikel 5 Jenis Olahraga Yang Bikin Tubuh Sehat dan Bugar, bersepeda menjadi salah satu olahraga yang memiliki banyak manfaat, yakni memperkuat otot kaki, membantu menurunkan berat badan, dan sebagai stress healing yang baik.

Nah, kali ini saya mau cerita tentang jalur atau trek sepeda yang indah dan sangat ideal untuk melepas penat. Yup! Areal persawahan di desa tempat saya tinggal, yaitu kawasan Desa Angantaka – Sedang.

Asyiknya Bersepeda di Tengah Hamparan Persawahan

Desa Angantaka dan Desa Sedang merupakan desa yang memiliki bentang alam persawahan yang melintang dari Selatan ke Utara. Desa yang terletak dekat dengan Ubud ini masih asri dan lestari dengan mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai petani. Maka tak heran, lahan persawahannya masih hijau dan asri.

bersepeda di hamparan persawahan dengan menelusuri jalan setapak
Jalan setapak yang membelah persawahan di Desa Sedang

Sekitar areal persawahan, ada jalan setapak yang kerap kali digunakan sebagai jalur trekking dan jalur sepeda oleh masyarakat setempat. Bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari Denpasar dan Gianyar hanya untuk olahraga di jogging track ini.

Berangkat dari rumah sekitar pukul 06.15, saya mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang sambil melihat hamparan sawah yang hijau. Samar-samar, aroma tanaman padi yang menguning juga turut tercium karena terbawa sapuan angin.

Cuaca yang cerah membuat saya semakin semangat untuk bersepeda di tengah hamparan persawahan meski hanya seorang diri. Pun, jalannya yang datar membuat saya tidak mudah lelah mengayuh sepeda meski jaraknya lumayan jauh.

Setidaknya beberapa hal berikut menjadi keistimewaan bersepeda di tengah persawahan Subak Desa Angantaka – Sedang yang sayang untuk dilewatkan.

Bersepeda Dengan Pemandangan Gugusan Pegunungan di Bali

Jogging track ini sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu berkat keindahan hamparan sawahnya, lengkap dengan jalan setapak yang membelah bagian tengahnya. Bersepeda di kawasan ini juga memungkinkan kita melihat panorama gugusan pegunungan yang ada di Bali.

Gugusan gunung di hamparan persawahan sedang.
Hamparan gugusan pegunungan yang membentang terlihat dari areal persawahan di Desa Sedang – Angantaka

Hampir semua gunung yang ada di Bali terlihat dengan jelas dari kawasan persawahan ini. Ada Gunung Agung yang menjulang megah di sisi Timur Laut diikuti oleh barisan Gunung Batur, Gunung Abang, Gunung Catur hingga Gunung Batukaru di sisi Barat Laut.

Ditemani kicauan burung dan gemericik air pada saluran irigasi, tenangnya suasana bersepeda dan indahnya panorama alam disini bisa jadi stress healing yang ampuh. Saking tenangnya, saya juga sering meditasi, stretching, dan melatih mindfulness disini.

menikmati hamparan persawahan yang damai sambil melatih mindfulness
Stretching sambil melatih mindfulness

Cara melatih mindfulness juga pernah saya ulas pada artikel 8 Cara Mudah Melatih Mindfulness Dalam Kehidupan Sehari-hari. Jangan lupa mampir kalau mau tahu lebih lanjut ya!

Bersepeda Sambil Menikmati Sunrise di Pagi Hari dan Sunset di Sore Hari

Selain Hamparan sawah dan panorama Pegunungan yang indah, satu hal lagi yang membuat saya bersyukur tinggal di desa ini. Yakni bisa bersepeda sambil menikmati sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari.

sunrise di areal persawahan yang cantik
Panorama matahari terbit di ufuk timur, bersebelahan dengan pemandangan Gunung Agung

Memang benar, jika cuaca sedang cerah kita akan menyaksikan panorama matahari terbit dan matahari terbenam disini.

Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Pantai Sanur untuk menikmati panorama matahari terbit atau datang ke Tanah Lot untuk melihat keindahan matahari terbenam.

Cukup mengayuh sepeda 5 menit dari rumah, kedua panorama itu bisa saya dapatkan setiap hari.

Selain Olahraga, Berinteraksi Dengan Para Petani Juga Tak Kalah Menarik!

Di tengah perjalanan, bagi kamu yang bersepeda disini juga bisa berhenti sejenak untuk berinteraksi dengan petani atau sekadar mengamati petani yang sedang beraktivitas di sawah. Seperti yang saya lakukan baru-baru ini. Saya mengamati aktivitas petani yang sedang membajak sawah.

menikmati petani membajak sawah
Petani sedang membajak sawah yang ditemani puluhan ekor Burung Bangau

Ada yang unik dari pemandangan yang saya amati dan baru saya sadari setelah sekian lama. Secara kebetulan saya melintasi petak sawah yang sedang dibajak. Petani yang sedang membajak sawah itu ditemani oleh puluhan Burung Bangau.

Lebih uniknya lagi, kawanan burung itu malah mengejar kemanapun petani menggerakkan traktornya. Sesekali Sang Bangau mematuk-matuk tanah sawah yang baru selesai di bajak.

Ketika saya amati lebih dekat, ternyata ada simbiosis mutualisme disini. Ketika sawah dibajak, serangga tanah yang disebut Orong-orong akan muncul dan bisa menjadi hama yang serius untuk tanaman padi nantinya. Para Bangau membantu petani memakan serangga tersebut, di sisi lain Sang Bangau dapat makanan lezat yang tiada duanya.

Keharmonisan ini tentu akan bisa dilihat setiap menjelang musim tanam. Kamu bisa cek video reels yang saya bagikan di instagram ya!

Selain padi, petani di areal persawahan Desa Angantaka – Sedang ini juga menanam bunga yang sangat penting untuk kebutuhan upacara agama di Bali. Yup! tanaman pacar air yang warna-warni. Ada merah, ungu, dan putih. Bunga pacar air ini akan dijual ke pasar keesokan harinya.

Bunga pacar air harganya melonjak tinggi bisa juga merosot
Bunga pacar air

Biasanya bunga pacar air ini digunakan untuk membuat canang sari (sarana persembahyangan bagi Umat Hindu) bersama dengan bunga kamboja, cempaka, dan bunga beraroma wangi lainnya.

Bunga pacar air digunakan sebagai Canang Sari untuk sarana persembahyangan. Sumber gambar : Kampoengvilla.com

Fyi, tanaman pacar air ini memiliki harga yang fluktuatif seperti harga saham lho! Hal tersebut dikarenakan kondisi pasar yang tak menentu.

Jika menjelang hari raya, harga pacar air untuk 1 kg bisa mencapai 50 ribu rupiah, kalau lagi anjlok, harga untuk 1 kg bisa merosot jatuh ke angka seribu rupiah! Bayangkan, seribu rupiah, setara harga kerupuk di warung bakso. Huhuhu.

Demikian sekilas cerita tentang asyiknya bersepeda di tengah hamparan persawahan Desa Sedang – Angantaka yang indah permai. Hamparan persawahan di Desa Sedang – Angantaka ini bisa kamu kunjungi secara gratis.

Namun ingat untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak membuat sampah sembarangan ya, agar alamnya tetap lestari.

suka cita bersepeda di tengah hamparan persawahan
Bersepeda di hamparan persawahan yang indah

Satu lagi, jika mau berkunjung jangan ragu hubungi saya ya, biar kita bisa sepedaan bareng. Hehehe.

20 komentar untuk “Bersepeda Di Tengah Hamparan Persawahan Yang Asri dan Tenang di Bali”

  1. Seru banget pasti nih bersepeda dengan view hamparan sawah. Udah sejuk, bikin sehat di mata and off course segerrrrrr… Mau deh sepedahan juga di tengah-tengah sawah di bali

  2. Seru banget mba bersepeda di tengah hamparan sawah. Kebayang sejuknya gimana, pasti asik banget jadi betah keliling pake sepeda.

    Wah baru tau tanaman pacar air ternyata punya nilai jual yang lumayan juga ya. Aku kira cuma sekedar tanaman biasa loh

  3. ya ampun senangnya bisa sepedaan bebas melihat pemandangan yang hijau hijau, bikin segar mata, kemewahan hakiki ini, jarang bisa dapet sekarang ini

  4. Di Jawa aku belum pernah menemui jalan setapak membelah sawah yang serapi dan sebagus itu mbak. Kalau ada pengen juga sepedahan sama suami dan anak-anak. Pasti seru banget!

  5. seruuu banget yaa itu, di tengah sawah tuh beneran ada jalan aspal buat sepedahan loh! klo di aku jalan aspal ada di pinggir-pinggir sawah, yang emang di pake buat jalan kendaraan, bukan di tengah hamparan sawahnya haha

  6. Hoaaa, emang sih Bali gada obaaat kalau soal pemandangan persawahan macem gini. Aku tahunya kalau sawah2 di Bali itu ya cuma Jatiluwih sama Tegalalang sih kak. Kalau sawah Desa Sedang ini di Badung yah? Mau dong ke sanaaa

  7. pemandangannya keren banget kak, auto betah berlama-lama bersepedah sambil menikmati hamparan persawahan juga pegunungan hijau. apalagi udaranya juga pasti seger banget, jadi pengen traveling ke Bali nih

  8. hua lihatnya aja seger banget apalagi yang bener-bener ngalamin di sana langsung, bisa happy banget sepanjang hari, pengen ke Bali lagi jadinya, padahal baru beberapa waktu lalu

  9. siap nih. moga aja ada rejeki untuk mengunjungi bali. nanti mba ratih jadi guidenya yaaa.. hihi

    itu jalan setapaknya kok cakep banget mbak. aku jadi pengen jugaa kalau sepedaan jalannya bagus gitu mh. biasanya kan deket sawah itu jalannya suka becek

  10. Wah hamparan sawah dan pemandangan dengan latar gunung serta bisa melihat jingga saat pagi dan sore hari bakal bikin betah banget bersepedanya. Ngelihat fotonya aja udah bikin jatuh cinta lokasinya. Bali memang indah.
    Bunga pacar air yang dimanfaatkan hanya bunganya aja kak yang dikoliin?

  11. Mbaaa Nattt, kalo ke Bali ajakin gowes di Desa Sedang – Angantaka sini yahhh. Bali selalu berhail membuat jatuh cinta berkali-kali! huhuuuu. Gimana ngga kangen suasana persawahan, sunrise, sunset, selalu pengen balik ke sana. Stress healing banget aslik!

  12. Wah sejuk banget mba liatnya sepedaan di tengah sawah gitu, plus memang ada jalannya disediakan juga, bagus juga buat aktivitas antimainstream kalo ke Bali nih

    1. iyaa betul mba, tapi sebenarnya cycling itu bukan aktivitas yang antimainstream sih, cuma tempat nya keseringan di Ubud atau Tegallalang, nah kalau di tempat ku ini belum di jadikan objek wisata, jadi masih asri apa adanya.

  13. Daku pikir yang pas foto jalan setapak itu lukisan, ternyata asli ya pas bagian ada Kak Natih nya. Cakep pemandangannya, cocok buat berolahraga, bisa relaksasi 🥰

  14. Seger banget sepedaan di tengah hamparan sawah kayak gitu
    Tiap pagi menghirup udara bersih. Hamparan padi menguning juga memanjakan mata banget ya
    Mauuuuuuuu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

English English Indonesian Indonesian Japanese Japanese