Education

10+ Tips Ampuh Lolos Pimnas Untuk Mahasiswa Penerima Hibah PKM

Pimnas merupakan impian sebagian besar mahasiswa Indonesia yang kreatif dan inovatif. Tahun 2017 dan 2018 merupakan tahun keemasan bagi saya dan tim research saat masih menjadi mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional.

Hal tersebut bukan karena selalu mendapat nilai A pada setiap mata kuliah, tetapi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa, Lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), dan meraih medali emas penyajian poster dan Best presentation PKM Penelitian Sosial Humaniora. Yeay!!

pimnas-pkm-emas
Pertama kalinya kampus kami berhasil meraih medali emas pada penyajian poster PKM Penelitian Sosial Humaniora pada PIMNAS 30 di Universitas Muslim Indonesia
pimnas-pkm-2018
Kedua kalinya tim kami masuk Pimnas. kali ini Pimnas ke-31 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta memberikan kami predikat sebagi Best Presentation pada Skim PKM Penelitian Sosial Humaniora (PKM – RSH)

PIMNAS atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional adalah salah satu kegiatan akademik paling bergengsi di kalangan mahasiswa Indonesia. PIMNAS adalah akhir dari serangkaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Dikti.

Mahasiswa yang berhasil diundang ke Pimnas hanyalah kelompok yang serius mengerjakan PKM sesuai dengan proposal yang diajukan.

Agar proposal PKM Lolos dan didanai, diperlukan perjuangan serta proses panjang yang cukup rumit, apalagi saingannya puluhan ribu mahasiswa seluruh Indonesia.

Apakah kamu termasuk mahasiswa pejuang PIMNAS?  Jika iya, maka kamu berada pada artikel yang tepat, karena sebentar lagi saya akan jabarkan tips and trik lolos PIMNAS untuk penerima hibah PKM.

Sebelumnya, saya pernah membuat artikel tentang Program Kreativitas Mahasiswa disini. Jika kamu mahasiswa baru yang belum familiar dengan PKM, kamu boleh baca artikel itu dulu sebelum kamu lanjut baca artikel ini ya!

Selain selalu berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan operator PT, apa saja tips sukses lolos PIMNAS? Check these out!

Baca dan Cermati Buku Panduan Terbaru dari Belmawa

cermati-buku-panduan-pkm-pimnas
Sumber : Canva

Tips pertama dan utama tentunya adalah membaca dan mencermati buku panduan PKM terbaru yang dikeluarkan oleh Belmawa. Dari tahun ke tahun buku panduan PKM selalu ada perubahan baik dari format maupun persyaratan administrasi.

Apalagi saat ini seluruh kegiatan PKM diupayakan untuk dilakukan secara daring dan luring serta mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Banyak sekali penyesuaian dan perubahan dari pedoman PKM tahun-tahun sebelumnya.

Saya yakin pasti kamu enggan kalau disuruh baca 1 buku setebal 300 halaman kan? Tenang! Kamu gak perlu baca semuanya kok!

Yang perlu kamu baca hanyalah Bagian ketentuan umum, skim PKM yang sesuai dengan proposalmu, dan persyaratan administrasi yang diperlukan.

Jangan sampai salah kamar ya, karena beda Skim beda format dan luaran.

Bagi Tugas Dengan Adil dan Proporsional

bagi-tugas-pkm-pimnas
Sumber : Canva

Tips yang kedua yaitu bagi tugas dengan anggota tim secara adil dan proporsional. Untuk sukses menuju PIMNAS, kekompakan tim dan pembagian tugas sangat penting.

Jika kamu ketua tim, bagilah tugas secara adil dan proporsional kepada rekanmu. Jangan kerja sendiri apalagi memberatkan tugas ke satu orang saja. Big no!

Selain bersama-sama mengerjakan luaran yang diperlukan, setidaknya dalam tim tersebut harus ada yang bertugas sebagai bendahara tim, notulen, pencatat log book, dan dokumentasi.

Mengapa kekompakan tim sangat penting?

Berdasarkan pengalaman saya, meskipun tidak disebutkan dalam penilaian pada pedoman, kekompakan tim sangat mempengaruhi keyakinan para reviewer bahwa PKM yang kita lakukan benar-benar terlaksana dan terkoordinir dengan baik.

Jangan sampai setelah pendanaan, timmu DDM yaa alias diam-diam menghilang. Hihihi

Isi Logbook kegiatan secara rasional, rutin, dan konsisten

isi logbook-pkm-pimnas
Sumber : Canva

Tips yang ketiga adalah isi logbook kegiatan secara rasional, rutin, dan konsisten. Logbook atau catatan harian amat sangat terlalu penting sekali. Saya tekankan sekali lagi, amat sangat terlalu penting sekali. 

Mengapa demikian? Karena ini adalah salah satu golden ticket untuk menuju Pimnas. Logbook adalah catatan yang bisa memberikan penjelasan kepada para review terhadap kemajuan atau progress kegiatan PKM yang kamu lakukan.

Semua progress kegiatan PKMmu harus tercatat dengan baik yaa, bahkan kalau perlu usahakan buat 2 versi logbook. Satu yang langsung diupload di Simbelmawa dan satunya lagi buat di excel dengan paraf ketua dan dosen pembimbing.

Jangan lupa upload logbooknya harus menerangkan tanggal kegiatan, kegiatan yang dilakukan, hasil yang dicapai, rencana tahap selanjutnya, biaya yang dikeluarkan dan dokumentasi kegiatan ya!

Dokumentasikan seluruh kegiatan dengan baik dan rapi

Selain mengisi logbook, mendokumentasikan seluruh kegiatan dengan baik dan rapi juga sangat penting lho! Usahakan setiap apapun kegiatan PKM yang kamu lakukan dokumentasikan dalam bentuk foto dan video lalu upload bersamaan dengan catatan harian ke Simbelmawa.

Jangan lupa resize ukuran file jika terlalu besar, usahakan tidak lebih dari 5 MB. Jika dokumentasimu berupa video, kamu bisa sematkan link google drive atau youtube pada catatan harianmu.

Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Mencatat-keuangan-pkm

Tips kelima berkaitan dengan hal yang cukup sensitif, yaitu keuangan! Saat sudah menerima dana PKM jangan langsung di ghosting dan di pakai traveling ya Sob!

Dana PKM yang kamu terima harus dialokasikan semaksimal mungkin untuk melaksanakan PKM mu. Catatlah semua pemasukan dan pengeluaran dana lengkap dengan bukti transaksinya seperti nota, kwitansi, dan cash receipt.

Bila perlu minta paraf dosen pembimbing atau Bagian Kemahasiswaanmu pada bukti transaksi tersebut trus upload deh ke Simbelmawa.

Oh ya, ngomong-ngomong soal Keuangan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh kamu pakai menggunakan dana PKM yaa!

Dana PKM tidak boleh dipakai untuk membeli konsumsi, honor tim PKM dan dosen pembimbing, sewa alat-alat kesekretariatan, dan membiayai luaran tambahan yang tidak kamu cantumkan pada proposal.

Lalu apa yang boleh? Yang diperkenankan hanya bahan habis pakai, bahan penunjang, biaya pembelian protokol kesehatan, kuota internet, sewa aplikasi meeting online, dan biaya akses jurnal.

Tuntaskan luaran wajib sesuai Skim PKM yang diikuti

tuntaskan-luaran-wajib
Sumber : canva.com

Tips selanjutnya adalah Tuntaskan luaran wajib yang sesuai dengan SKIM PKMmu.

Luaran tiap PKM tentunya berbeda-beda. maka dari itu, fokuslah hanya pada luaran wajib yang dicantumkan pada buku pedoman. Misalnya, PKM Research Sosial Humaniora menghasilkan luaran wajib yaitu : laporan kemajuan, laporan akhir, dan artikel ilmiah, tuntaskan dan fokuslah pada ketiga luaran tersebut sebelum kamu mengejar luaran yang lain.

Jika semua luaran wajib sudah tuntas, boleh-boleh saya adanya luaran tambahan, tapi ingat! Tidak boleh menggunakan dana PKM yang diberikan Belmawa ya!

Susun Laporan Kemajuan sesuai pedoman PKP2 dan Presentasi yang menarik

Bagi tugas sudah, penelitian atau melakukan kegiatan PKM sudah, upload laporan kemajuan juga sudah rutin, penggunaan dana sudah ok, terus selanjutnya ngapain?

Hal penting yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah menyusun laporan kemajuan sesuai pedoman PKP2 aatau Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM.

Hasil PKP2 akan menjadi salah satu dasar pemberian rekomendasi dan penetapan Tim Pelaksana PKM yang akan diundang mengikuti PIMNAS.

Format Laporan Kemajuan tentunya sudah dicantumkan pada pedoman. Again, bacalah buku pedoman agar tidak tersesat! Selanjutnya, kamu juga harus menyiapkan file presentasi yang menarik sebagai bahan presentasi nanti saat PKP2 dilaksanakan.

Ikuti Kegiatan PKP2 Dengan Formasi Tim Yang Lengkap

presentasi-pkm-pimnas
Sumber gambar : canva.com

Setelah menyusun dan mengunggah laporan kemajuan ke Simbelmawa, kamu tinggal tunggu jadwal pelaksanaan PKP2 yang tahun ini akan dilaksanakan secara daring. Dalam mengikuti PKP2 ini, usahakan agar progress PKMmu minimal sudah 80% ya!

Seperti pada tips sebelumnya, Hasil PKP2 akan menjadi salah satu dasar pemberian rekomendasi dan penetapan Tim Pelaksana PKM yang akan diundang mengikuti PIMNAS.

Oleh karena itu siapkan bukti-bukti pendukung seperti laporan kemajuan, laporan keuanga, catatan harian, dan produk atau prototype yang kamu hasilkan sesuai skim PKMmu.

Setelah dapat jadwal, persiapkan mental dan fisik untuk mengikuti PKP2.

Nah, dalam PKP2 ini, tim yang disukai reviewer adalah tim yang kompak dan lengkap. Artinya semua anggota tim harus hadir dan turut terlibat dalam presentasi atau menjawab pertanyaan dari reviewer.

Susun laporan akhir sesegera mungkin setelah pelaksanaan PKP2

Setelah PKP2 selesai, waktunya lanjutkan progress kegiatan hingga 100% dan segera susun laporan akhir PKMmu.

Biasanya tenggang waktu untuk menyiapkan dan mengupload laporan akhir adalah 2 minggu. Setelah selesai, segera upload laporan akhir dan minta pengesahan dosen pembimbing dan pejabat Kemahasiswaan yang berwenang ya sob!

Jangan lupa, log book dan laporan keuangan juga harus sudah selesai 100% dalam tahap ini.

Self reward dan berdoa agar lolos PIMNAS

self-reward
Sumber : canva.com

Jika tips 1 – 9 sudah kamu turuti, maka pintu menuju PIMNAS akan lebih terbuka. Selamat atas pencapaianmu!

Sembari menunggu pengumuman, tidak ada salahnya kamu dan tim memberikan hadiah pada diri sendiri, self reward bisa berupa jalan-jalan ke pantai, piknik pinggir danau atau sekadar karaoke’an bareng. Dijamin seru!

Last but not least, jangan lupa berdoa yaa! Meskipun kamu sudah berusaha keras untuk masuk PIMNAS, keputusan lolos atau tidaknya kamu bukanlah kendalimu, tetapi kendali pihak reviewer dan juga Tuhan, Sang Maha Pemurah.

Apapun yang terjadi, terimalah dan terus berprestasi.

Sekian tips and trik yang bisa saya bagi sesuai dengan pengalaman dan kondisi PKM saat ini. Jika ada yang mau ditanyakan atau ditambahkan yuk saling berbagi pada kolom komentar di bawah ini.

Stay safe and healthy!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian Japanese Japanese